Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan

6/13/2013

Sumedang: Cipanteneun


Cipanteneun merupakan sumber mata air yang berada di desa Licin, Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat. Airnya berasal dari gunung atau bukit Cipanteneun. Merupakan tempat wisata di Sumedang yang menyajikan keindahan alam, kesejukan udara dan pemandian dari air gunung yang jernih dan digunakan pula untuk perkemahan.
Potensi alam yang cukup menarik pengunjung adalah hutan tanaman pinus dengan udara sejuk segar dan kolam renang. Kolam renang yang langsung pada 4 sumber mata air, katanya masing-masing dari mata air mempunyai khasiat tersendiri. Misalkan mata air dibawah pohon loa untuk pemandian perempuan, pohon tamiang untuk pemandian laki-laki tua dan muda, pohon kirinyuh untuk pemandian anak muda, pohon pulus untuk pemandian tua, muda, laki-laki dan perempuan.
Kunjunganku bersama Gia, Iti, dan Karlina ke Cipanteneun (24 Maret 2012)

Sumedang: Gunung Kunci

Tempat rekreasi ini terletak kira-kira 200 meter dari alun-alun Sumedang. Di namakan Gunung Kunci karena letaknya yang terdapat di bukit kunci. Tempat wisata ini mempunyai pemandangan alam nan elok dan indah. Tempat yang teduh diantara rindangnya pepohonan yang hijau.
Keistimewaan tempat ini adalah adanya gua peninggalan sejarah pada masa penjajahan belanda. Gua dan benteng pertahanan yang sekarang keadaannya masih utuh adalah di Gunung Kunci yang terkenal dengan nama Pandjoeman dan digunung Palasari, kemungkinan karena sejak tahun 1934 gua dan benteng tersebut kelestariannya dapat terjaga oleh petugas Perum Perhutani KPH Sumedang. Gua dan benteng pertahanan Belanda digunung Kunci memiliki keunikan baik bentuk maupun dibagian puncak bukit tersembul tembok benteng yang tegar berbentuk seperti motor boat dengan panjang 70m dan lebar 30m, ditengah benteng tersembunyi bangunan kamar-kamar yang atapnya ditimbun tanah. Dibagian bukit benteng terdapat bangunan bertingkat dua, disini terdapat beberapa tangga yang menurun menuju keperut bukit.
Kunjunganku bersama Eneng, Gia, Iti, dan Karlina ke Gunung Kunci (24 Maret 2012)

Sumedang: Museum Prabu Geusan Ulun

     Berdirinya Museum Prabu Geusan Ulun berawal dari terbentuknya “ Yayasan Pangeran Aria Suria Atmadja (YPASA) pada tahun 1950 dengan Akte Notaris Mr. Soedja No. 59 / 28 April 1950, kemudian berubah menjadi Yayasan Pangeran Sumedang “ (YPS) dengan Akte Notaris Tan Eng Kiam No. 98 / 21 April 1955. YPASA / YPS sebagai lembaga yang bertujuan mengurus, memelihara dan mengelola barang Wakaf Kangdjeng “ Pangeran Aria Soeria Atmadja “ (PASA) Bupati Sumedang 1882 – 1919 . Pada tanggal 7 – 13 Maret 1974 di Sumedang diadakan Seminar Sejarah Jawa Barat yang dihadiri oleh para ahli-ahli sejarah Jawa Barat. Pada kesempatan yang baik itu Sesepuh YPS dan Warga Sumedang mengusulkan untuk mengganti nama Museum YPS yang disampaikan pada forum Seminar Sejarah Jawa Barat. Dan salah satu hasil dari Seminar Sejarah Jawa Barat tersebut dapat diputuskan dan ditetapkan untuk memberi nama Museum YPS, diambil dari nama seorang tokoh yang karismatik yaitu Raja terakhir Kerajaan Sumedanglarang yang bernama “Prabu Geusan Ulun”. Maka pada tanggal 13 Maret 1974 Museum YPS diberi nama menjadi Museum “Prabu Geusan Ulun - Yayasan Pangeran Sumedang.
     Museum ini terletak di komplek bangunan pemerintahan kira-kira sebelah selatan alun-alun Sumedang.
Kunjunganku bersama Iti ke Museum Prabu Geusan Ulun  (15 Januari 2012)







Kunjunganku bersama Eneng, Gia, Iti, dan Karlina ke Museum Prabu Geusan Ulun (24 Maret 2012)